
PuskesmasKupang Kota
Kel. Bonipoi
Kota Kupang - 85221
Nusa Tenggara Timur
Memasuki musim penghujan ini, diharapkan masyarakat semakin waspada akan bahayanya DBD (Demam Berdarah Dengue) yang dapat mengakibatkan kematian.
Gencarnya Menurunkan Angka Kematian IBu dan Anak baru lahir sebagai salah satu indikator kunci di dalam target pencapaian pembangunan berkelanjutan, merupakan upaya yang sangat berat dan hingga kini masih belum memenuhi harapan kita semua.
Varian baru virus Corona kembali menjadi perhatian masyarakat dunia. Varian Covid-19 yang diberi nama R.1 itu sedang dalam pengawasan para ilmuwan di Amerika Serikat (AS).
Pengertian Rematik
Rematik atau penyakit yang ditandai dengan nyeri sendi disebut juga rheumatoid arthritis. Penyakit ini merupakan penyakit autoimun ketika sistem imun pada tubuh seseorang menyerang sel-sel tubuhnya sendiri.
Dalam hal ini, area persendian adalah area yang diserang oleh sistem imun pengidap rheumatoid arthritis. Akibatnya, peradangan kronik dan rasa nyeri yang hebat pada sendi-sendi yang terserang terjadi.
Faktor Risiko Rematik
Sampai saat ini penyebab utama seseorang bisa mengidap penyakit rematik belum ditemukan, tetapi faktor genetik dipercaya memiliki peran dalam timbulnya penyakit ini. Faktor risiko yang meningkatkan seseorang mengalami penyakit ini, antara lain:
Jenis kelamin yaitu wanita.
Usia 40-60 tahun.
Riwayat di keluarga.
Kebiasaan merokok.
Obesitas.
Paparan dari lingkungan kerja seperti asbes maupun silika, meskipun sampai saat ini masih sulit untuk dijelaskan secara pasti.
Penyebab Rematik
Rheumatoid arthritis disebabkan oleh adanya kesalahan pada sistem imun seseorang yang menyerang sinovium atau sebuah membran yang melapisi sendi-sendi dalam tubuh. Akibatnya, sinovium menjadi meradang dan menyebabkan kerusakan pada tulang rawan dan tulang di sekitar sendi. Tendon dan ligamen yang berada di sekitar sendi menjadi lemah dan merenggang. Seiring berjalannya waktu, sendi pun akan kehilangan bentuk dan mengalami perubahan posisi dari yang seharusnya.
Gejala Rematik
Seseorang dengan penyakit rheumatoid arthritis biasanya memiliki tanda dan gejala berupa bengkak dan radang pada sendi, serta terdapat kekakuan pada sendi yang memburuk pada pagi hari dan setelah lama diistirahatkan. Selain gejala pada sendi, biasanya pengidap rheumatoid arthritis juga memiliki kondisi tubuh yang tidak prima, sering kelelahan, lesu dan lemas, sering mengalami demam yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, dan mengalami penurunan berat badan.
Pada perjalanan awal, penyakit biasanya yang diserang oleh penyakit ini adalah sendi-sendi kecil seperti pada jari-jari tangan maupun jari-jari kaki. Penyakit ini akan berkembang seiring berjalannya waktu. Hal ini menimbulkan pengaruh terhadap sendi-sendi yang lebih besar seperti pergelangan tangan, pergelangan kaki, bahu, siku, dan pinggul.
Kurang lebih 40 persen pengidap rheumatoid arthritis memiliki tanda dan gejala yang tidak menimpa persendian melainkan struktur lain seperti kulit, mata, paru-paru, jantung, ginjal, sel-sel saraf, sumsum tulang, dan pembuluh darah.
Tanda dan gejala dari rheumatoid arthritis sangat beragam dari tingkat keparahannya dan dapat datang dan pergi. Seiring berjalannya waktu, rheumatoid arthritis ini menyebabkan deformitas dan pergeseran poses sendi.
Diagnosis Rematik
Penyakit rheumatoid arthritis ini cukup sulit untuk didiagnosis pada fase awal, karena tanda dan gejalanya menyerupai penyakit-penyakit yang lain. Pada pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan pemeriksaan pada tulang dan sendi dan mencari adanya pembengkakkan pada area tersebut. Selain itu, penegakan diagnosis bisa dibantu dengan beberapa pemeriksaan penunjang, yaitu melakukan pemeriksaan melalui spesimen darah. Melalui pemeriksaan darah, dilakukan pengecekan ada atau tidaknya suatu rheumatoid faktor pada diri seseorang.
Pengobatan Rematik
Penanganan dari penyakit ini adalah dengan menurunkan dan menghilangkan peradangan yang terjadi. Meski begitu, penyakit rheumatoid arthritis ini sendiri tidak dapat disembuhkan secara total. Obat-obatan yang dapat diberikan kepada pengidap rheumatoid arthritis, antara lain:
Obat anti radang golongan nonsteroid.
Obat anti radang golongan steroid.
Vitamin dan suplemen lainnya.
Selain obat-obatan pengidap rheumatoid arthritis disarankan untuk menjalani fisioterapi untuk membantu mengembalikan kelenturan dari sendi-sendi yang sakit. Pada keadaan yang cukup parah, penanganan dengan jalan pembedahan pun menjadi suatu opsi bagi pengidap rheumatoid arthritis.
Pencegahan Rematik
Penyakit rheumatoid arthritis ini sampai saat ini tidak dapat dicegah, karena penyebab pasti dari penyakit ini sendiri masih belum diketahui. Namun, tidak ada salahnya untuk menghindari faktor risiko yang dapat dihindari dan menjalani hidup yang sehat.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu menunjukkan gejala rematik yang berpengaruh pada kesehatan sendi dan menimbulkan rasa nyeri, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Copy by:
https://www.halodoc.com/kesehatan/rematik
Gastroenteritis atau muntaber adalah peradangan yang terjadi pada dinding saluran pencernaan, khususnya lambung dan usus. Muntaber biasanya ditandai dengan gejala berupa mual, muntah, dan diare yang muncul secara tiba-tiba.
Musim penghujan yang sudah terjadi sejak beberapa bulan belakangan berpotensi menimbulkan banjir dan bermacam penyakit sehingga penting kiranya untuk senantiasa menjaga kebersihan maupun melakukan upaya lain supaya tidak jatuh sakit.
Bagian tubuh yang penting untuk menegaskan fitur khas wanita ini sejatinya berfungsi untuk memberi makan bayi. Sayangnya, ada beberapa hal yang membuat fungsinya jadi terganggu.
Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh memiliki fungsi sangat sentral dalam pertahanan tubuh manusia. Tanpa sistem imun, tubuh akan rentan terkena serangan kuman, parasit, atau virus. Sistem imun juga lah yang berperan melawan serangan berbagai jenis patogen, sehingga tubuh Anda tetap berada dalam kondisi sehat.
KOMPAS.com - Orang positif Covid-19 yang kehilangan indra penciuman dan perasa sebenarnya adalah pertanda baik.
Di awal tahun 2021, dua penelitian internasional mengonfirmasi bahwa sebagian besar orang yang terinfeksi Covid-19 mengalami gejala anosmia atau hilangnya indra penciuman dan perasa untuk sementara waktu.