
PuskesmasKupang Kota
Kel. Bonipoi
Kota Kupang - 85221
Nusa Tenggara Timur
Varian baru virus Corona kembali menjadi perhatian masyarakat dunia. Varian Covid-19 yang diberi nama R.1 itu sedang dalam pengawasan para ilmuwan di Amerika Serikat (AS).
46 kasus Covid-19 teridentifikasi di panti tersebut, terdiri dari 26 penghuni yang 18 di antaranya telah vaksinasi penuh, dan 20 petugas kesehatan yang empat di antaranya telah menerima vaksin Covid-19. Gejala infeksi Covid-19 pada penghuni yang belum diberi vaksin tiga kali lebih tinggi daripada penduduk yang telah vaksinasi. Sementara itu, petugas kesehatan yang belum vaksinasi mengalami tingkat infeksi 4,1 kali lebih tinggi dari pada petugas kesehatan yang telah vaksinasi.
Akibat wabah virus Corona varian R.1, tiga penghuni panti reda meninggal dunia, termasuk dua orang yang belum diberi vaksin Covid-19.
Meski telah merenggut korban jiwa, CDC AS belum menetapkan virus Corona varian R.1 sebagai variant of concern (VoC) atau variant of interest (VoI).
Karakteristik Covid-19 varian R.1 CDC menyebutkan bahwa varian R.1 memiliki beberapa karakteristik mutasi penting, seperti peningkatan penularan virus, berkurangnya efektivitas terapi konvalesen dan pasca-vaksinasi, serta berpotensi mengurangi efektivitas antibodi. 25,4 persen penghuni panti reda itu telah menerima vaksin dan 7,1 persen perawat yang telah vaksinasi tetap dapat terinfeksi Covid-19, meskipun dengan gejala yang lebih kecil dibandingkan yang belum vaksinasi. Selain itu, terdapat empat kasus yang teridentifikasi sebagai infeksi ulang virus Corona varian R.1. Hal itu memunculkan dugaan adanya kekebalan alami yang menurun terhadap varian baru Covid-19 tersebut.
Sejauh ini, varian R.1 telah terdeteksi di 47 negara bagian AS dan dikaitkan dengan 2.259 kasus positif Covid-19. Menurut peneliti senior di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health's Center for Health Security, Amesh A. Adalja, MD, varian R.1 merupakan versi virus SARS-CoV-2 yang mengalami mutasi terkait dengan perubahan fungsi virus. Dengan begitu, virus Corona varian R.1 dapat memicu gejala berbeda dari virus versi asli pada setiap orang yang terinfeksi.
Tidak separah varian Delta
Masalahnya adalah mutasi ini memang memiliki mutasi yang kita lihat dengan varian B dan G yang dilupakan orang," ujar Adalja. "Itu mungkin membuat infeksi terobosan lebih umum, tetapi ini bukan tentang itu.
transmisibilitas akan berpengaruh terhadap tingkat keparahan suatu varian baru Covid-19. Akan tetapi, varian baru ini tidak akan sebanding dengan virus Corona varian Delta. Sejauh ini, varian R.1 menyumbang 0,5 persen dari kasus Covid-19 di AS serta di negara lainnya Menurut profesor peneliti penyakit menular di Fakultas Kedokteran Universitas Feinberg Northwestern, Ramon Lorenzo Redondo, PhD, mutasi varian R.1 yang ditemukan di AS belum diurutkan atau belum diidentifikasi secara genetik.
seperti dilansir