
PuskesmasKupang Kota
Kel. Bonipoi
Kota Kupang - 85221
Nusa Tenggara Timur
Terapi plasma darah adalah pengobatan yang dilakukan dengan cara menggunakan plasma darah yang mengandung antibodi virus corona dari orang yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Plasma darah itu akan ditransfusikan ke pasien Covid-19. Diharapkan, antibodi yang terdapat dalam plasma darah tersebut dapat melawan virus yang ada di dalam tubuh pasien. Terapi plasma darah digunakan untuk pasien Covid-19 dengan gejala berat.
Saat ini sejumlah penelitian uji klinis di seluruh dunia tengah dilakukan untuk melihat manfaat dan efektivitas terapi plasma darah. Indonesia juga melakukan penelitian terapi plasma darah yang dilakukan oleh pemerintah dan sejumlah lembaga.
Terapi plasma darah konvalesen diberikan dengan cara mengambil plasma darah yang mengandung antibodi dari donor. Kemudian, antibodi tersebut ditransfusikan kepada pasien yang membutuhkan.
Mengenai metode transfusi darah, Tonang menjelaskan, ada pemahaman yang harus diketahui oleh masyarakat tentang metode ini. Jika dulu pemahaman umum ada darah yang diberikan seorang donor kepada pasien, sekarang pemahaman transfusi darah itu adalah transfusi produk darah.
Adapun produk darah bisa mencakup sel darah, maupun plasma darah. Dalam konsep transfusi darah saat ini, tindakan itu sudah memilih memberikan komponen darah.
Artinya, dari satu darah utuh, jika orang membutuhkan plasmanya, maka yang diberikan hanya plasma darahnya. Demikian pula jika ada yang membutuhkan trombosit, maka yang diberikan trombositnya saja, begitu juga jika ada yang membutuhkan sel darah merah saja.
Akan tetapi, dalam kasus Covid-19 ini adalah tindakan yang memberikan antibodi. Tonang mengatakan, kalau dalam kondisi biasa, transfusi plasma itu sebetulnya untuk memberikan faktor pembekuan darah.
Berdasarkan penelitian dan data yang ada, berikut manfaat terapi plasma darah untuk Covid-19.
Dalam studi yang melibatkan 70 ribu pasien Covid-19, ditemukan penggunaan terapi plasma darah dapat meningkatkan kelangsungan hidup pasien. Pasien yang dirawat lebih awal dan mendapatkan plasma yang mengandung antibodi tingkat tinggi mendapatkan manfaat terbesar dalam metode pengobatan ini.
Pasien memiliki kelangsungan hidup 35 persen lebih baik dibandingkan yang tidak mendapatkan pengobatan terapi plasma darah. Pengurangan risiko kematian sebesar 35 persen merupakan angka yang tinggi untuk sebuah penyakit.
Dikutip dari CNN, studi dari rumah sakit Houston Methodist AS juga mendapati terapi plasma darah secara signifikan mengurangi angka kematian pada pasien Covid-19.
Terapi plasma darah dapat mempercepat proses penyembuhan pada pasien Covid-19 berat dan kritis. Saat menerima donor plasma yang mengandung antibodi, plasma dapat langsung bekerja dalam tubuh pasien melawan virus corona.
Berbeda jika dibandingkan saat pasien hanya mengandalkan kekebalan tubuhnya masing-masing.
Terapi plasma darah Covid-19 dapat dilakukan dengan cepat. Pasien yang sudah sembuh dari Covid-19 dapat mendonorkan darah mereka. Alat akan memisahkan sel darah merah dan plasma yang akan digunakan. Sel darah merah akan dikembalikan ke dalam tubuh pendonor dan hanya akan mengambil plasma darah saja.
Plasma darah itu akan ditransfusikan kepada pasien Covid-19. Studi di China menunjukkan dalam beberapa hari, penggunaan plasma menunjukkan tanda-tanda perbaikan pada pasien Covid-19 dengan gejala berat.
Seperti dilansir:
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200824122424-255-538622/manfaat-terapi-plasma-darah-untuk-covid-19